Trending

Optimalkan Potensi Wilayah, Babinsa Lembongan Sambangi Petani Rumput Laut

Kantorberita.co.id – Kabupaten Klungkung, Budidaya rumput laut menjadi salah satu potensi yang ada di desa Lembongan, Nusa Penida. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Kopda I Komang Adnyana yang saat ini menjabat sebagai Babinsa Lembongan.

Disela kegiatan berkeliling wilayah, dirinya mnyempatkan waktu untuk menyambangi pak Nyoman Tunggu, salah satu warga yang sehari-harinya sebagai pembudidaya rumput laut, Kamis ( 18/08/22).

Kopda Komang mengatakan, pengolahan hasil budidaya rumput laut, dapat menghasilkan komuditi yang baik serta dapat mengelola dan memasarkan untuk menjadi satu produk yang mempunyai nilai jual tinggi, sehingga para kelompok tani rumput laut dapat hidup sejahtera.

Kita saling memberikan informasi, dan menyerap aspirasi keinginan dari masyarakat terkait permasalahan yang terjadi diwilayah binaanya,” ujar Kopda Komang.

Sambil membersihkan rumput laut, pak Nyoman Tunggu ( 53 tahun ), bercerita bahwa budidaya rumput laut ini merupakan komoditas yang sudah ditekuni puluhan tahun di Lembongan. Apalagi saat pandemi Covid 19 melanda, rumput laut inilah menjadi penyelamat dan penopang perekonomian keluarganya.

Pak Nyoman juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam budidaya rumput laut ini. Mulai harga bibit yang terkadang naik turun, pengaruh cuaca yang tidak bersahabat serta berbagai macam hama yang menyerang rumput laut menjadi penyebab hasil panen tidak maksimal.

“Ya, namanya juga pekerjaan pasti memiliki resiko serta lika-liku masing-masing, “ungkapnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Dandim Klungkung Letkol Inf Suhendar Suryaningrat, SH. M.Si menjelaskan, melalui Komsos, seorang Babinsa akan dapat membangun komunikasi dan ikatan silahturahmi dengan seluruh komponen masyarakat di wilayah binaan.

Hal ini tentunya akan berdampak baik terhadap keberhasilan seorang Babinsa saat menjalankan tugas dilapangan. Hal tersebut akan menjadi kunci sukses Babinsa dalam mengetahui perkembangan situasi di wilayah desa binaan dalam rangka deteksi dini dan cegah dini, sehingga apabila ada hal-hal negatif bisa direspon dengan cepat, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.