FPMM Gelar ” Dendang Sahur” Umar Key Hadirkan Silaturahmi Antar Umat Muslim

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Menghadapi Bulan Suci Ramadhan, yang dirayakan umat muslim seluruh dunia membawa berkah, pahala dan kegembiraan, waktu di mana pintu ampunan Allah terbuka lebar dan setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Bulan suci ni momentum bagi umat muslim sebagain petunjuk hidup ajaran (Al-Qur’an) pertama kali diturunkan, menjadikan waktu ini sangat istimewa. Dimana keimanan dan ketakwaan seseorang diuji kemampuannya
menahan hawa nafsu dan meningkatkan intensitas ibadah.

Langkah ini yang dilakukan Keluarga besar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) saat menjelang sahur. Ketua FPMM, Haji Umar Key Ohoitenan menggelar acara “Dendang Sahur” gaya Maluku di kompleks Binalindung, Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu (1/3/2026).

Acara ini diadakan sebagaimana kebiasaan membangunkan sesama umat muslim menjelang sahur pada dini hari dengan berjalan keliling sambil membunyikan tifa dan rebana atau instrumen lain sambil mengucapkan “sahur-sahur”, hal seperti juga dilakukan keluarga besar FPMM.

Adapun pelaksanaan yang dilakukan dengan cara yang berbeda pada kelompok sahur lain seperti FPMM mengekpresikan dengan bentuk pawai saur, berpakaian putih- putih, sambil ” dendang sahur” berjalan berkeliling kompleks dengan tarian-tarian kecil gaya orang Maluku.

Selain itu paduan suara anggota FPMM yang diiringi suara tifa dan rebana serta instrumen bunyi lainnya membuat “kelompok dendang sahur” ini semakin semarak dan menarik. Para penari pria pun memperlihatkan gerakan tarian yang dipadukan tari khas Arab dan Maluku.

Sepanjang jalan, atraksi “dendang sahur FPMM ini menjadi pertunjukan budaya yang menarik dan membuat masyarakat setempat simpatik banyak menonton dan warga muslim di sekitarnya ikut bangun dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan kewajiban berpuasa dengan doa dan santap sahur bersama dalam keluarga. Warga muslim turut menikmati “dendang sahu ala Maluku” tersebut dengan hati penuh gembira.

Setelah iringan dendang saur tiba di kompleks Masjid Ar-Romlah, mereka terus berdendang dengan gerakan tarian yang mengiringi lagu-lagu bernuansa Islam. Para penari pria dengan pakaian serba putih itu membentuk lingkaran sambil terus berdendang.

Ketua Umum DPP FPMM Umar Key aktif terlibat dalam tarian itu, dengan mengambil posisi sebagai seorang pemimpin di tengah lingkaran. Umar terus bernyanyi bersama penyanyi dan penari yang lain.

Sesekali Umar Key keluar dari lingkaran itu dan menuju ke arah ibu-ibu yang berkeliling dan ikut bernyanyi. Di situ, Umar menebarkan dengan memberikan ucapan syukur kepada semua ibu dan bapak-bapak yang menari sambil membentuk lingkaran lebih besar. Ini suatu kebiasaan Umar, yang selalu memberi. Suasana di kompleks itu jadi ramai,dan hikmat. Mereka terus berdendang sambil menari hingga acara selesai.

Pada kesempatan itu, Kapol subsektor Jatiwaringin Iptu Wawan Kiswanto yang hadir dalam kegiatan ini memberi apresiasi kepada Umar Key dan FPMM yang selalu berinisiatif membangun suasana silaturahmi di wilayah hukum Polsek Pondok Gede.

“Ini kegiatan untuk sahur, maka kita harus menjaga ketertiban. Jangan sampai masyarakat merasa terganggu. Semoga kegiatan ini lancar dan terlaksana. Saya melihat kegiatan malam ini bagus sekali. Selama ini, mungkin masyarakat mengira bahwa orang dari Indonesia bagian timur itu non muslim. Ternyata banyak orang timur itu yang penganut Islam. Pemahaman ini tentu ikut membantu kita saling mendukung satu sama lain, di mana pada Bulan Ramadhan ini kita sebagai sesama muslim harus lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama muslim. Kita saling mendukung untuk kegiatan sahur ini,” tutur Iptu Wawan kepada awak media.

Sementara Ketua RW 11 Pondok Gede mengatakan Umar Key adalah koordinator keamanan RW 11 dan sekaligus Ketua RT 08. “Kami menyambut gembira acara ini yang sekaligus memperkenalkan budaya-budaya dari Indonesia bagian timur khususnya Maluku dan berharap ajang silaturahmi ini menjalin kesatuan dalam Republik Indonesia ini,” ujarnya.

Seorang warga juga menilai bahwa acara “dendang sahu ala Maluku” ini positif dan bagus. “Biasanya orang kampung sini ada yang “membangunkan” warga muslim untuk sahur. Tapi, kali ini, malah anak-anak Maluku yang mengambil inisiatif lewat kegiatan dendang sahur ini. Saya lihat, memang sangat unik, dan sesuatu yang unik itu menurut saya malah tambah bagus.

Bangun sahur dalam Islam bukan sekadar makan sebelum fajar, melainkan sunnah yang penuh keberkahan (barakah). Sahur memberikan kekuatan fisik untuk berpuasa, bernilai pahala, dan mendatangkan shalawat dari Allah serta malaikat bagi pelakunya. BT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *