Kantorberita.co – Yayasan Perguruan An Nurmaniyah menggelar Rapat Kerja (RAKER) 2025 dengan mengusung tema besar “Transformasi Pendidikan Menuju Globalisasi dan Digitalisasi”.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat di Hall Puribeta II, Ciledug, Kota Tangerang pada Rabu (30/7).
Dihadiri oleh sekitar 275 peserta dari 13 lembaga pendidikan dan unit usaha di bawah naungan yayasan, RAKER ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Ketua Umum Yayasan An Nurmaniyah, Dr. Hj. Nurma Nugraha, MA, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Ia menekankan pentingnya RAKER sebagai ajang konsolidasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan karyawan.
“Alhamdulillah, Rapat Kerja Yayasan An Nurmaniyah tahun ini berjalan dengan lancar. Kegiatan ini melibatkan seluruh lembaga di bawah naungan kami, dari TK hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
“Saya sampaikan bahwa profesi guru adalah pekerjaan mulia. Mereka adalah pewaris para nabi. Indonesia akan menjadi negara hebat jika generasi mudanya ahli, berilmu, dan mampu mengamalkan ilmunya,” tegasnya penuh semangat.
RAKER kali ini juga menandai pengesahan sejumlah pejabat baru dan pembahasan program kerja di tiap unit pendidikan.
H. Lutfi Nugraha, MA, Direktur Kelembagaan dan Kependidikan Yayasan, menjelaskan bahwa seluruh elemen lembaga hadir dalam rapat ini, termasuk dari travel haji-umrah.
“Kita rapatkan barisan untuk menghadapi tahun ajaran 2025–2026 yang luar biasa. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pelayanan,” jelasnya.
Sementara itu, Akmal Agung Nugraha, M.Kom, selaku Direktur Sarana dan Prasarana, memaparkan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi fokus utama yayasan tahun ini.
“Kami sudah memanfaatkan alat digital secara menyeluruh di kelas dan lab, terutama di unit-unit pusat seperti Ciledug dan Jakarta,” ungkapnya.
“Kami juga mengembangkan Yapera Super Apps untuk menghubungkan sekolah, orang tua, dan yayasan dalam memantau akademik dan keuangan siswa. Ini bagian dari transformasi sistem pendidikan kita,” ujarnya.
Digitalisasi juga menyentuh kurikulum. Yayasan telah menyiapkan mata pelajaran berbasis AI dan coding untuk tingkat SD hingga SMK, dan mengirimkan guru-guru untuk pelatihan khusus.
Selain itu, fasilitas penunjang seperti 12 laboratorium komputer, studio konten, hingga Teaching Factory telah disiapkan guna mendukung keterampilan digital siswa.
Dari sisi keuangan dan administrasi, Hj. Irmayanti Nugraha, S.S, selaku Direktur Keuangan dan Administrasi, menjelaskan strategi yayasan dalam menghadapi tantangan program sekolah gratis dari pemerintah.
“Kami memutuskan untuk tidak mengikuti program sekolah gratis karena ingin mempertahankan kualitas. Dana dari pemerintah tidak mencakup tunjangan guru, fasilitas, dan program unggulan kami,” ujarnya.
“Yayasan tetap berkomitmen mendukung pendidikan siswa melalui berbagai jalur beasiswa. Guru dan staf yang menyekolahkan anak di unit pendidikan Yayasan dibebaskan dari biaya pendidikan. Beasiswa juga diberikan kepada siswa berprestasi di setiap kelas. Selain itu, tersedia jalur beasiswa bagi siswa yatim dan kurang mampu. Ini merupakan wujud nyata kontribusi kami terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yayasan juga mengembangkan sistem keuangan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan internal. Langkah ini diyakini akan mendorong transparansi dan efisiensi di semua lini operasional.
Melalui RAKER 2025 ini, Yayasan An Nurmaniyah menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju, memperluas manfaat, dan memperkuat peran dalam membangun generasi unggul dan berdaya saing global. Semangat transformasi digital dan globalisasi pendidikan menjadi energi baru untuk menghadapi masa depan yang dinamis.**
